satu ungkapan hati perempuan (yang menjadi) kedua

tak pernahkah sekalipun kau menginginkan perempuanmu terluka, lantas pernahkah sedetikpun kau menginginkan agar aku tak terluka juga ?

sungguh aku tak berkeinginan menjadi duri dalam singgasanamu dengan perempuanmu yang sepertinya tampak lestari itu

aku hanya ingin melihatmu kembali dengan mata kepalaku lagi karena rindu ini begitu mendesak

aku hanya ingin bertemu sejenak karena sepertinya aku telah mencapai batas kemampuanku mengalah pada perempuanmu

aku hanya ingin mendekapmu dalam dekapan erat karena aku lelah atas semua kehilangan yang ada

aku lelah memanggil engkau dalam kebisuan dan kesendirian

aku lelah terus bermain pada keadaan yang menyatakan bahwa kamu tak akan kembali

teruntuk hatimu, ingatkah kamu akan ….. kita ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s