pada akhirnya kamu memang akan bersama dengan ia yang selalu ada, bukan yang hanya menjanjikan diri bersama di masa depan .

teruntuk kamu.

kamu yang selalu ada di samping kamarku ..

kamu yang selalu datang dengan senyum yang terus berusaha kuterka tentang apa suasana hatimu hari ini

kamu yang selalu membuatku kesal dengan kesukaanmu yang tak pernah menjadi kesukaanku, walau belum pernah sedikitpun aku menjajal duniamu..

kalau harus dilukiskan, aku mungkin tak begitu ingat bagaimana ikhwal kita

nyatanya mengalir begitu saja..

teruntuk kamu.

aku masih tetap anak anak yang akan menangis ketika permenku di ambil

aku masih tetap anak anak yang akan merengek ketika permenku tak dibelikan

aku masih tetap anak anak yang akan diam ketika dimarahi

teruntuk kamu….

pada akhirnya kamu memang akan bersama dengan ia yang selalu ada, bukan yang hanya menjanjikan diri bersama di masa depan .

kita kah ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s