Menunggu redanya hujan …

Aku tertegun berusaha mengait ngait ingatan yang tiba tiba menjadi acak namun tetap jelas.

Sesak sendiri karena ulahku sendiri

Aku menunggu redanya hujan

Entah kapan

Hormatku masih tetap sama

Sakitnya pun masih tetap sama

Aku menunggu redanya hujan

Karena di ajarkan menggapai mentari, bagiku kini hanyalah mimpi

Sajak sajakku patah

Rongga hatiku kelu

Aku mau mengamini apa yang baik saja

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s