CERITA PENDEK (SEKALI)- Perjalanan Meng-Ikhlas-kan

pagi ini perasaanku berkata sesuatu.
Sesuatu yang membuat hatiku pedih namun aku pun tidak dapat menerkanya..
Ini baru pukul 5, dan aku pun tidak bermimpi apa apa yang dapat membuatku merasa khawatir..
Tiba tiba mataku tertumbuk pada satu notes kecil di meja samping tempat tidurku..
“Mba Nita, ibu tadi telfon soal jangan lupa ya hari ini tujuh hariannya Mas Afif”
……………………………

7 hari yang lalu:

“semakin lama semakin terasa ya perbedaan antara kita. Kamu juga sadarkan ? buktinya sekarang kita diem dieman kayak gini, ga lucu lucan lagi kayak dulu. Bener ga ?
Aku yang egoistis dan kamu yang masih belum dewasa sampai kapanpun gaakan bisa cocok. Karena itu aku piker lebih baik kita putus saja.
.
.
.
.
.
.

Kita putus dan menikah disaat kita sudah saling mengerti perbedaan masing masing dan tau cara mengatasinya.. setuju ? kalau iya aku minta cium di pipi dan kamu nyanyi yah hehe”

……………………..

ada secercah pilu pabila ku baca bait bait terakhir pesan singkatmu namun

Selamat tinggal Mas,
Aku ikhlaskan semua tentang kamu, tentang kita …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s