Mengenang

beberapa kalimat yasudahlah dari zaman dulu ternyata memang bertahan untuk terus yasudahlah ..
siapa tahan berkawan dengan pilu ?
keluh kesahku pada waktu rupanya masih tetap sama
keadaan masih gemar menamparku agar terjaga
siapa mau berkawan dengan sakit ?
meski nampaknya rasa sakit itu candu …
aku terlalu terbalut pikiran mereka
tentang etika dan karma yang begini dan begitu
yang ketika sudah kuturuti, di tinggalkanlah aku seorang diri bertelanjang kaki
dengan sesak pada akhirnya mengalah harus menjadi nama tengahku
mengalah namun tak melupakan
karena sakitnya aku yang telan
karena pilunya aku yang tahankan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s